Perkembangan global yang sangat cepat membuat sebagian besar manusia harus menguasai berbagai ilmu yang baru. Salah satunya yakni ilmu dalam menguasai bahasa. Adanya ruang lingkup yang baru ini membuat setiap orang harus beradaptasi didalamnya, terutama dalam ilmu berkomunikasi. Dengan pernyataan ini, maka bahasa inggris sebagai bahasa resmi internasional menjadi salah satu tumpuan bagi setiap orang dalam berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda negara dengan maksud agar dapat beradaptasi seiring perkembangan global. Namun, hal ini tidak terlepas dari berbagai masalah yang terjadi yakni salah satunya membludak calon mahasiswa asing (non-native speaker) yang akan belajar ke negara lain. Maka, TOEFL (Test of English as a Foreign Language) diciptakan dengan peran sebagai acuan dan saringan bagi para calon mahasiswa asing (non-native speaker) untuk menguji kemampuannya dalam berbahasa inggris. Namun, sebenarnya hal ini tidak hanya dialami pelajar saja, namun pekerja yang akan mendaftar di perusahaan multinasional, pegawai negeri sipil, pemandu wisata, dan lain-lain. Akhirnya, berbondong-bondong sebagian besar orang memulai untuk melatih kemampuannya dalam menguasai bahasa inggris baik dengan mengikuti kursus, membeli buku latihan, dan sebagainya.
Mengamati hal ini membuat SAFEL sebagai UKM yang berada dalam ruang lingkup bahasa asing hadir dalam memberikan solusi bagi permasalahan tersebut dengan program kerja “TOEFL Preparation and Test”. Dengan bertajuk tema “Rule TOEFL Skills, Lead The World”, diharapkan seluruh peserta yang mengikuti program ini dapat menguasai kemampuan bahasa inggris dengan baik yang diakui secara resmi dan dapat meraih tujuannya masing-masing dalam cakupan global. Karenanya, SAFEL selaku fasilitator membuat berbagai kerja sama dengan lembaga penyedia TOEFL. Tahun ini, departemen FOLT (Foreign Language Training) yang berada dibawah kepemimpinan UKM Bahasa Asing “SAFEL” bekerja sama dengan salah satu lembaga yang bernama Glolingo. Glolingo sendiri menyediakan simulasi TOEFL yang dimana simulasi tersebut hampir sama dengan ujian TOEFL secara riilnya. Namun, dikarenakan pandemi COVID-19 yang belum mereda, maka pelaksanaanya dilakukan secara daring. Para peserta nantinya akan diberikan persiapan menjelang simulasi TOEFL yakni kiat-kiat dalam menyelesaikan tes bahasa tersebut. Dibersamai oleh pemateri yang cakap yakni Miss Zubaydah, dalam pertemuan tersebut para peserta pula bisa melakukan sesi tanya-jawab secara aktif kepada pemateri. Sekitar kurang lebih 3 jam acara tersebut berakhir, kemudian dapat disusul dengan mengerjakan tes simulasi dengan durasi 2 jam.
Pengerjaan tesnya dapat diaskes di website Glolingo dengan memasukkan kode khusus. Lalu, peserta akan diuji kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemampuan mendengar, dan kemampuan dalam menggunakan tata bahasa. Tak perlu khawatir pula jika peserta memang tidak dapat mengerjakan persis setelah acara persiapan dikarenakan kode pengerjaannya dapat diakses dalam kurun waktu 24 jam. Setelah proses pengerjaan, peserta dapat langsung mencetak skor dan mendapat sertifikat. Sertifikat ini juga bisa digunakan dalam berbagai kepentingan dalam kurun 1 (satu) tahun sertifikat tersebut dikeluarkan.
Dengan hal ini, program kerja “TOEFL Preparation and Test” memberikan dampak positif yang luar biasa kepada masyarakat dalam mengatasi permasalahan pada kemampuan berbahasa inggris. Kesan pesan yang dilontarkan selama acara dan pengerjaan tes cukup baik sehingga program kerja ini diharapkan akan terus berlanjut kedepannya dan menjadi lebih baik lagi seperti tema tahun ini“Rule TOEFL Skills, Lead The World!”. –Ardhya Azka Cahyaningtyas–



